Mengenal Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual (PMS) umumnya terjadi pada alat kelamin dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual. Namun tak menutup kemungkinan tertular dari seorang ibu kepada anak yang masih dikandungnya atau lewat kontak darah.

Kasus PMS, hingga kini masih dapat diibaratkan dengan fenomena gunung es; yang nampak hanya permukaan saja namun kejadian sesungguhnya lebih besar daripada kasus yang nampak. Terutama pada perempuan. Rasa malu mungkin menjadi alasan utama perempuan lambat mengetahui ada tidaknya penyakit dalam tubuhnya.

Pada laki-laki, kasus PMS dapat dengan cepat terdeteksi. Sayangnya, hal ini tidak berlaku pada perempuan. Anatomi organ reproduksi dan organ seks perempuan yang bisa dikatakan berada di dalam tubuh, tidak memungkinkan untuk melihat keberadaan PMS. Untuk itu, setiap perempuan harus peduli terhadap setiap bentuk ketidaknormalan tubuh yang dirasa. Demikian diungkapkan dr F.X Eric Soeroso, Sp.OG.
Spesialis Kebidanan dan Kandungan Klinik Griya Medika ini menuturkan beberapa Jenis penyakit menular seks yang dapat diderita kaum perempuan. Di antaranya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus atau kuman.

Beberapa Jenis Penyakit Menular Seksual pada Perempuan

Gonorrhea (GO)
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Neisseria gonorrhoeae atau Gonorrhea Bartholinitis. ‘’GO biasanya ditandai dengan keputihan yang banyak dan terus menerus dan rasa sakit saat buang air kecil. Jika hal ini dibiarkan, bisa menimbulkan kista pada bibir kemaluan. Kondisi yang lebih parah lagi jika GO dibiarkan terus.

Lama-kelamaan penyakit dapat naik ke rahim dan terus ke saluran tuba. Dampaknya bisa membuat perempuan tidak bisa punya keturunan. Pada perempuan bisa juga terjadi radang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan,” ujarnya.


Luwes/Sifilis (raja singa)
Kuman penyebabnya disebut Tryponema Pallidum. Dokter asal Surabaya ini menjelaskan, ciri sifilis yaitu adanya luka pada vagina. Biasanya tidak disertai rasa nyeri. ‘’Luka bisa hilang, namun belum tentu sembuh. Malah berkemungkinan masuk ke pembuluh darah,” katanya.

Keadaan ini bisa terus sampai ke saraf pusat. Selanjutnya dapat menyebabkan perempuan terganggu sarafnya. Misalnya dengan hilangnya keseimbangan tubuh dan rasa pusing. Pada perempuan hamil, sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandung dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.


Herpes Genital
Penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes simplex yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks. Tanda dari penyakit ini adalah adanya gelembung-gelembung seperti lepuhan kulit yang terkena air panas dengan pola tertentu yang bisa hilang timbul.

‘’Gelembung ini kemudian pecah dan meninggalkan luka yang kering mengerak, lalu hilang sendiri. Namun bukan berarti sembuh.

‘’Pada perempuan, seringkali menjadi kanker mulut rahim beberapa tahun kemudian. Belum ada obat yang benar-benar mujarab, tetapi pengobatan anti virus bisa mengurangi rasa sakit dan lamanya episode penyakit,” katanya.


Condyloma Accuminata (Penyakit Jengger Ayam)
Penyebab penyakit ini adalah virus Condyloma. Dijelaskan dokter Eric, ciri penyakit ini adalah adanya luka yang menimbulkan rasa sakit. Penyakit ini susah untuk disembuhkan. ‘’Bisa menyebabkan tertutupnya mulut vagina. Pada perempuan hamil, bisa menularkannya pada janin dan bayi yang kelak dilahirkannya. Akibat penularan pada bayi adalah tumbuhnya semacam tumor pada laring (papiloma laring) sehingga menutup saluran napas. Walau dioperasi, nantinya dapat tumbuh lagi,” lanjutnya.


Klamidia
Gejalanya, keluarnya cairan dari alat kelamin atau ‘keputihan encer’ berwarna putih kekuningan disertai rasa nyeri di rongga panggul. ‘’Sering kali menyebabkan pendarahan setelah hubungan seksual. Bila ada infeksi lebih lanjut, cairan semakin sering keluar dan bercampur darah,” ujarnya. Tak jarang gejala tidak muncul sama sekali, padahal proses infeksi sedang berlangsung.

Karenanya, penderita tidak sadar sedang menjadi pembawa PMS.
Akibat Klamidia pada perempuan adalah cacatnya saluran telur dan kemandulan, radang saluran kencing, dan robeknya saluran ketuban.

Nice, Karyawan Swasta
Jangan Sepelekan
Menurutnya, PMS pada perempuan bisa disebabkan dua hal. Pertama, tertular dari pasangan yang telah lebih dulu mengidap PMS.

Kedua, kurangnya kepedulian menjaga kebersihan alat kelaminnya. Walau mengaku tidak banyak tahu tentang PMS secara medis, namun Nice tidak pernah menyepelekan jika ada tanda-tanda ketidaknormalan dalam tubuhnya.

Ditanya pendapatnya tentang perempuan yang malu memeriksakan diri ke dokter, ia beranggapan itu adalah kesalahan besar.

Menurutnya, tindakan itu justeru merugikan perempuan sendiri. ‘’Saya pikir, dari pada baru tahu mengidap sakit setelah parah, lebih baik membuang rasa malu jauh-jauh. Rasa malu dan takut untuk tahu keberadaan penyakit, malah membuat poses penyembuhan sulit,” katanya.

Untuk itu, Humas Klinik Spesialis Griya Medika ini selalu berhati-hati menajga kebersihan diri. ‘’Misalnya keputihan. Selama masih di batas yang dianggap dokter wajar, bolehlah kita tidak cemas. Tapi jika lama dan banyak, artinya tidak normal, maka harus diperiksakan ke dokter. Tidak cukup dengan tanya sana-sini dan coba-coba pengobatan sendir,” tambah calon ibu ini.

Sri, karyawan Swasta
Jaga Kebersihan
Banyak perempuan yang tahu tentang PMS, ciri, penularan maupun resikonya. Begitu pula yang diakui Sri, karyawan bagian umum ini. Setelah lima tahun menikah, memang tak ada kejanggalan yang dirasanya sehubungan dengan ciri keberadaan PMS. ‘’Paling cuma keputihan, itu pun sedikit dan katanya normal,” katanya.

Walau demikian, setiap ada ketidaknormalan, ia biasanya menanyakan kepada ibunya terlebih dahulu. ‘’Ya karena sedikit banyak

ada rasa malu juga kalau langsung ke dokter,” akunya. Setelah itu, baru ia memeriksakan diri ke dokter.
Namun setelah mengetahui bahwa mungkin penyakit-penyakit sekarang belum ada di zaman dulu, ia berinisiatif akan langsung cek ke dokter jika ada tanda-tanda yang tidak biasa. ”Yang penting, jaga kebersihan organ intim dan periksa ke dokter. Syukurnya sejauh ini saya dan suami sehat-sehat saja,” jelasnya. (cr6)


Mengetahui Adanya PMS, sebaiknya;
1. Segera memeriksakan diri ke dokter.
2. Jangan malu menyampaikan keluhan-keluhan kepada dokter.
3. Patuhi aturan pengobatan sesuai petunjuk dokter.
4. Tidak melakukan hubungan seksual lagi kecuali pakai kondom.
5. Sebaiknya pengobatan bukan hanya pada perempuan, tapi juga pada pasangan. Hal ini dimaksud agar tidak terjadi ping pong phenomena.

PMS tidak dapat dicegah hanya dengan;
1. Mencuci alat kelamin setelah berhubungan seks.
2. Memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya.
3. Minum antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks.
4. Bagi yang belum menikah, cara paling ampuh adalah tidak melakukan hubungan seksual.
5. Setia pada pasangan.
6. Hindari hubungan seks yang tidak aman atau beresiko
7. Selalu menggunakan kondom untuk mencegah penularan PMS
8. Selalu menjaga kebersihan alat kelamin.
9. Segera periksakan ke dokter jika ada ketidaknormalan dalam tubuh. (cr6-harianbatampos.com)

Tidak ada komentar

Travel is my dream

Mata Lelaki

Model Seksi Cantik

Diberdayakan oleh Blogger.