Cuci Vagina Ternyata Bahaya


INILAH.COM, Jakarta - Perempuan yang rutin melakukan douching (cuci vagina) akan lebih besar kemungkinannya terkena masalah kesehatan dibandingkan perempuan yang tidak secara rutin melakukannya.


Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat yang dilansir dari Info-Sehat, membuktikan bahwa seorang perempuan yang rutin melakukan douching (cuci vagina) akan lebih besar kemungkinannya terkena masalah kesehatan dibandingkan perempuan yang tidak secara rutin melakukannya.


Menurut para pakar kesehatan, ada baiknya perempuan tidak usah melakukan douching untuk membersihkan vagina, karena douching ternyata dapat membuat pH di dalam vagina menjadi tidak seimbang, apalagi jika douching itu sering dilakukan.


Ketidakseimbangan pH akan menyebabkan bakteri-bakteri komensal menjadi mati sehingga vagina dapat terserang bakteri dari luar. Apabila hal itu terjadi akan menyebabkan penjalaran infeksi ke organ yang lebih atas lagi dan menyebabkan infeksi pada rongga panggul.


Keadaan itu dapat menyebabkan perempuan mengalami sakit pada saat menjelang menstruasi dan bisa juga mengalami kesulitan hamil.


Beberapa masalah kesehatan yang biasa terjadi adalah iritasi pada vagina atau infeksi yang biasa disebut Bacterial Vaginosis atau BV. Sedangkan infeksi pada rongga panggul biasanya dikenal dengan nama Pelvic Inflammatory Disease (PID). PID adalah infeksi pada bagian dalam organ reproduksi perempuan yang disebabkan oleh bakteri yang menjalar dari vagina dan leher rahim hingga dapat mencapai rahim dan ovarium.


Jika tidak dilakukan pemeriksaan, PID dapat menyebabkan ketidaksuburan sehingga tidak dapat hamil. Baik BV maupun PID dapat menjurus ke masalah yang lebih serius selama kehamilan, seperti infeksi pada bayi maupun keguguran.


Melakukan douching setelah aktivitas seksual tidak dapat mencegah kehamilan. Tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa douching memiliki efek pada kemampuan seorang perempuan untuk hamil.


Dari penelitian terlihat bahwa beberapa perempuan yang sering melakukan douching, yaitu lebih dari sekali dalam seminggu ternyata memiliki tingkat kehamilan yang rendah.


Bagaimana cara yang sehat dan aman untuk membersihkan vagina?


Karena keseimbangan pH di dalam vagina sangat sensitif, ada baiknya membiarkan vagina membersihkan dirinya sendiri dengan membasuh bagian luar vagina menggunakan air hangat dan sabun yang tidak mengandung pewangi.


Produk-produk seperti sabun sehat perempuan, bedak, bahkan parfum tidak selalu baik untuk membersihkan vagina, bahkan justru dapat membahayakan.


Bila terjadi sesuatu dengan bagian vagina kita, seperti rasa sakit, gatal, luka, bau yang tidak sedap, sakit ketika buang air kecil, ataupun keputihan yang tidak normal, segeralah berkonsultasi ke dokter terdekat. Biasakan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum kita membersihkan vagina. [mor]

Tidak ada komentar

Travel is my dream

Mata Lelaki

Model Seksi Cantik

Diberdayakan oleh Blogger.